dunia adin - from my perspective
keluarga siliwangi adalah keluarga dari teman masa SMA gue. temen
gue ini namanya stefanus. dia tinggal bersama mama sun dan papa herman
nya dan punya adik dua orang, karen dan ruben. keluarga stef ini
tinggal bersama dengan keluarga besar mama nya stef. di rumah induk,
tersebutlah tante yen dan om tomo, orang tua dari astrini dan tiya.
lalu ada om jim dan istrinya yang cantik jelita yang sering berkunjung
ke rumah ini dengan membawa dea dan vanti, kedua anaknya.
keluarga siliwangi adalah my hidding place. gue, produk keluarga broken home, bener2 merasa aman nan tenteram bila kebetulan gue nginep disana. well, bukan kebetulan sih, secara gue sering banget nginep disana.
btw ... minggu kemarin gue ke gramedia dan nemuin buku tulisan dari salah seorang anggota keluarga siliwangi. judulnya 'dunia adin' karangan si non 'pipi-tembem' dea.
buku ini lucu, ceritanya dijalin dengan sangat rapi, dan idenya lumayan original. nggak original2 amat buat gue karena gue bisa dibilang 'sedikit kenal' sama penulisnya (yang emang rada nyentrik), tapi gue jamin pasti original buat readers yang tidak secara langsung kenal ama si sundea alias dea ini.
pernah nonton film kartun jepang yang judulnya 'master cooking'? atau film semodel berjudul 'yakitate japan'? di dua film ini, digambarkan bahwa ketika makanan yang dimasak oleh sang tokoh utama masuk ke mulut, maka orang yang makan makanan tsb. akan mengalami sensasi yang luar biasa. secara hiperbolis sering digambarkan mereka merasa diri ke surga dan ketemu dengan orang2 yang mereka rindukan dan sebagainya.
tepat seperti inilah yang gue rasakan pas baca novel anak2 berjudul 'dunia adin' ini. membaca kata demi kata, bab demi bab, tanpa sadar gue terkenang sama semua kenangan indah di keluarga siliwangi. entahlah, apakah dea memang bermaksud menceritakan tentang dirinya dalam bentuk 'adin', atau gue yang terbawa suasana melankolis tapi menyenangkan dari buku ini. gue ga tau pasti, yang jelas, saat itu gue berharap bahwa kalo bisa waktu berhenti dan gue terjebak selamanya dalam kenangan itu.
thank's De ... dinantikan lho karya lanjutan nya :-)


Recent Comments